Pages

Senin, 11 Mei 2015

Interpreneurship


Interpreneurship
Ada sebuah lembaga pendidikan swasta, instasi pemerintah dari masing-masing tentu mempunyai masalah, ada yang pegawainya malas dan lain sebagainya. Pemecahan masalah tersebut  yaitu melakukan wawancara kepada perusahaan, dengan gubernur, atau dengan wali kota. Bertanya tentang masalah yang ada dan kemudia baru kita mendesign  sesuai kebutuhan permasalahan tersebut. Biasanya terdapat tiga klien jadi disini kita lebih memposisikan pada role playing atau memposisikan sebagai perusahaan. Setelah anda tahu masalahnya dari situ kita tahu karyaannya butuh apa , dari situ baru kita membuat randown yang isinya
1.      Ice breaking
2.      4i (ilham-inspirasi-imajinasi-intuisi)
3.      Moment of truth
4.      Comunication and Skills
5.      Game development
6.      Report
7.      Event Organizer
Selain ice breaking kita juga harus memberi motivasi materi pada perusahaan tersebut, misalkan di sekolah seorang guru menyampaikan materi tidak menarik atau membosankan, maka kita harus menerapkan metode pembelajaran dengan Quantum Teaching, Quantum Learning, atau yang lainnya karena itu penting. Begitupun juga pada perusahaan, harus ada Training, Public Speaking.
Yang kekal di dunia ini adalah perubahan, dan yang pasti adalah ketidakpastian, setiap kita tidak mampu membendung ketidakpastian, karena perubahan bergerak sekencang putaran waktu, masalahnya kendalikan ketidak pastian dan puaskah anda dengan perubahan yang terjadi.
Banyak orang lupa bahwa ketidakpastian itu pasti, sehingga perubahan adalah sebuah keniscayaan, akan tetapi muncul pertanyaan. Menuju kearah mana perubahan tersebut ? ke arah positif ataukah negatif.
Ketika ketidakpastian adalah keniscayaan maka tidak ada pilihan untuk kita kecuali membangun keyakinan menuju kesempurnaan. Keyakinan mengambil keputusan dan kesempurnaan menjadikan harapan dan cita-cita, yakin itu mempunyai nilai 1 kalau kita tidak yakin nilainya 0. Berapun jika dikalikan 0 hasilnya tetap 0, apapun usaha yang kita lakukan jika kita  jika tidak di dasari keyakinan pasti juga akan bernilai nol atau ga jadi apa-apa, begitupun sebaliknya.
Move on itu jalan dan pada move on  perlu adanya keyakinan maka dari itu perlu ada  vision, action, mission. Kalau kita tidak mempunyai keyakinan untuk meraih cita-cita  maka kita tidak punya kekuatan untuk meraih itu semua.
Ada tiga kunci jika kita mau sukses atau keberhasilan, yang pertama kesadaran, Akan tetapi tidak semua orang dapat membangun kesadaran. Kesadaran  itu muncul harus di awali dengan berfikir. Dari berfikir akan muncul pemahaman dan nantinya akan muncul suatu kesadaran. Dan proses dari berfikir ada empat, yaitu harus adanya fakta, proses penginderaan( panca indera), manusia punya otak dan punya pengetahuan dan punya informasi sebelumnya. Mengaitkan informasi dengan fakta itu yang di namakan berfikir.
  Kesadaran membutuhkan kepedulian, dan tidak semua orang mau mengabdikan diri pada kepedulian. Kenapa ? karena kepedulian muncul diakibatkan oleh kepentingan, dan tidak semua orang menyadari arti pentingnya hidup dan kehidupan bahkan pentingnya keberadaan diri di muka bumi. Jika seseorang berfikir hidup itu tidak penting, maka tidak akan ada kebahagiaan pada kehidupan kita. Jika kita menganggap kuliah itu tidak penting misalnya, maka hanya untuk sekedar hadir kita akan merasa malas dan bosan. Maka dari itu untuk move on harus memiliki Visi dan Misi.
Masing-masing dari kita mempunyai misi, manusia di cipakan oleh Allah ini tidak sia-sia, dan dari masing-masing dari kita pasti mendapatkan misi tertentu dari Allah yang tidak di dapatkan manusia lain.
Intuitif adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan intuisinya dalam kehidupan sehari-hari. Dan intuisi adalah suara hati yang memberikan input pada kesadaran tiba-tiba. Karena tiba-tiba ? karena intuisi adalah proses nonlinier dan nonimpiris dalam memperoleh serta menafsirkan informasi untuk menjawab berbagai pertanyaan.
Apapun yang dilihat manusia akan bermanfaat bagi manusia kalau manusia itu kreatif