Pages

Senin, 27 April 2015

PRESENTER YANG HANDAL DAN BERKUALITAS



PRESENTER YANG HANDAL DAN BERKUALITAS

Sebagian besar presenter  di Indonesia mayoritas adalah seorang aktris yang notabene sebagian dari mereka tidak belajar aturan serta etika yang ada pada host atau presenter, sebagaimana yang kita pelajari di kampus, akan tetapi mereka berangkat dari public figur yang sudah di kenal oleh masyarakat, hal itu akan sangat mudah karena mereka sudah di kenal oleh sebagian masyrakat, selain itu  mereka juga mempunyai kemampuan dan keberanian untuk berbicara di depan public. Mental dan wawasan pun juga sudah bagus karena mereka tentunya banyak pengalaman , pengalaman berakting atau hanya sekedar performance biasa.  Sehingga keberanian mereka untuk tampil itu tidak banyak persoalan, karena bagi mereka itu tidak sulit, itu menurut pandangan mereka.
 Akan tetapi menurut praktisi televisi hal itu tidak menjamin, seperti contohnya nardji,dia tampil seadanya. Ketika mereka di hadapkan pada displin ilmu yang ada di presenter tentu mereka akan kesulitan. Bukan maksud menghina atau meremehkan. Karena mungkin presenter/host yang menggunakan aturan etika yang ada pada presenter hanya ada di TVRI.
Istilah presenter atau host dahulu yaitu pewawancara, atau pembawa acara. Sebutan presenter atau host juga baru-baru ini. Menjadi seorang host/ presenter atau narasumber, kita juga bisa menyanyi. Kaitannya dengan menyanyi yaitu seseorang yang bisa menyanyi di percaya dapat mengatur kata demi kata hingga mengeluarkan kata yang indah. Dapat juga memainkan kata demi kata untuk sekedar penghibur audience. Satu contoh di televisi yaitu acara inbox, pada sesi tebak lagu presenter juga bisa menyampaikan maksud dengan cara menyanyi.
Agar mampu menjadi presenter yang handal dan berkualitas ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yaitu :
Microfon, adalah salah satu alat yang di butuhkan pada seorang presenter atau host. Menggunakan microfon juga tidak sembarangan, tetapi juga ada aturan dan etikanya. Salah satu penggunaan microfon, ketika hendak menggunakan microfon saat akan tampil, untuk mengecek apakah microfon tersebut sudah bisa di gunakan atau belum seorang presenter tidak perlu mengetes dengan berkata “ test,, test “ atau kata-kata lain pada microfon, akan tetapi cukup di ketuk. Karena di dalam microfon terdapat kain selaput tipis  saat di tiup terlalu keras akan mengurangi kualitas microfon. Maka cukup di ketuk dengan jari.
Kemudian cara menggunakan microfon, kita harus mengenali karakter microfon, bagaimana agar kita bisa menyesuaikan mulut dengan microfon, volume suara dengan microfon. Karena jika suara sudah keras maka tidak perlu menggunakan microfon terlalu dekat.  Kita harus mempunyai kepekaan yang tinggi jadi tidak terlalu dekat atau jauh dengan microfon. Terlalu dekat juga akan menghasilkan suara yang tidak jelas dan terlalu jauh juga suara terdengar kecil dan tidak begitu jelas.
Kualitas suara seorang host atau presenter  juga sangat mempengaruhi hasil, baik buruknya suara juga mampu menarik minat audience untuk memperhatikan. Suara yang baik adalah suara dari perut, sering-sering berlatih pernafasan dari mulut. Yaitu dengan cara menghirup dari hidung keluarkan dari mulut, lakukan berulang-ulang, sehingga akan terbiasa bernafas dengan perut. Karena jika seorang presenter sering bernafas menggunakan hidung ketika sedang tampil lalu menyampaikan sebuah berita panjang  dan di tengah-tengah mengambil nafas maka akan terdengar nafasnya dari microfon. Maka untuk menghindari terjadinya hal seperti itu gunakan nafas dari perut dan biasakan bernafas melalui mulut. Hal tersebut mampu menghindari adanya kekurangan dalam performance.
Seorang presenter adalah menjadi pusat perhatian maka dari itu seorang presenter juga harus mempunyai etika yang bagus dalam berbicara. Etika berbicara seorang presenter  jangan Lion Style yakni ketika menyampaikan pada audince seperti ini misalnya  “ Assalamu’alaikum warohmatullahi Wabarokatuh oke,,  selamat pagi pemirsa ee... masih bersama saya dalam acara ee...apa namanya e,, “ . memberi jeda dengan berkata ee,,, atau bisa disebut dengan blank,  Cara menanggulangi kejadian tersebut yaitu dengan cara  memanjangkan kata terakhir dari kalimat  itu tersebut, misalnya “ selamat pagi pemirsa masih berjumpa dengan saya dalam acaraaa.... ”. Cara ini paling jitu karena ketika mulut  memanjangkan kata terakhir otak berkerja untuk melanjutkan kata yang akan di sampaikan selanjutnya. Jadi kemungkinan gaya Lion Style dapat di atasi dengan mudah.
Berbicara di televisi tidak semudah berbicara di depan audience kalau hanya membaca buku, karena selain mulut berbicara mata juga harus melihat kalimat selanjutnya agar tidak terlalu lama banyak jeda. Akan tetapi kalau hanya membaca buku, kita hanya perlu membaca kalimat pertama, kalimat kedua itu pantas dikalahi kalimat ketiga. Beda lagi kalau berbicara di di televisi jika kalimat pertama kedua sudah grathul-grathul (kurang lancar)maka kalimat ketiga dan seterusnya juga akan tidak lancar dan tidak menarik lagi. Hal itu adalah cara untuk menanggulangi kita supaya ketika berbicara itu lancar.
Tidak  semua orang dapat lancar dalam berbicara, keterbatasan fisik atau cacat lahir yang menjadi kendala, misalnya  adanya faktor gangguan pada mulut ; struktur gigi, pelat (istilah jawa) ataupun banyak lagi  yang lain. Hal itu dapat mempengaruhi cara kita berbicara, dan kualitas artikulasi saat berbicara  Audience juga akan sulit memahami apa yang di sampaikan oleh presenter tersebut.  Oleh karena itu, tentu cara berbicara seseorang itu berbeda-beda, tidak ada satupun orang yang berbicara sama persis dengan orang lain.  
Naik turunnya irama, pemenggalan kalimatnya, pengucapan a i u e o nya, terbuka tau tidaknya mulut saat berbicara, karena ada sebagian orang yang ketika berbicara tidak terlalu membuka mulut akan tetapi cukup jelas di dengar. Maka dari itu sering-sering berlatih huruf vokal (a i u e o), atau berteriak di pantai atau tempat lainnya yang sekiranya tidak mengganggu orang lain,untuk melatih olah vokal suara kita. Dengan cara tersebut  jika di lakukan secara berulang-ulang dan rutin  akan melonggarkan pita suara kita. Dan akan mampu melancarkan mulut kita ketika berbicara, suara dapat menjadi lantang dan jelas.
Orang yang cacat fisik sangat tidak memungkinkan untuk tampil sebagai seorang host / presenter, apalagi cacat fisik di daerah wajah. Misal ketika berbicara mulutnya agak bengkong atau bahkan monyong ke depan hal tersebut akan mengganggu konsentrasi penonton. Bahkan bisa jadi audience lebih fokus pada face presenter tersebut.  Bukan berarti mencela Ciptaan Tuhan, akan tetapi persyaratan menjadi seorang host atau presenter, narasumber dan lain sebagainya membutuhkan kesehatan fisik yang baik, baik jasmani atau rohani. Harus yang benar-benar sehat tidak sedang sakit atau bahkan gangguan jiwa.
Seorang presenter juga harus berpakaian sopan, rapi, bersih, meching serta sesuai,  karena hal itu juga menjadi daya tarik audience. Baik buruknya seorang presenter juga kadang  berawal dinilai dari penampilan, hal itu yang menjadi pandangan para udience. Kalau dari sekilas penampilan luar sudah tidak menarik, otomatis para audince juga tidak tertarik untuk melihatnya, atau sama sekali tidak memperhatikannya begitupun sebaliknya. Jadi penampilan juga bernilai sangat penting untuk seorang host atau presenter.
Selain penampilan seorang host atau presenter juga harus menjaga kerbersihan, jangan ketika sedang performance seorang host atau presenter mempunyai bau badan yang menyengat, hal itupun juga akan mempengaruhi kualitas seorang host atau presenter. Karena akan menciptakan rasa ketidaknyamanan pada para audince. Bahkan akan menjadi bahan perbincangan audience dan membubarkan konsentrasi pada si host atau presenter tersebut. Jika seorang presenter berbau harum maka akan menambah kesenangan terhadap audincenya, dan menciptakan suasana nyaman. Meskipun secara fisik tidak begitu menonjol, jika seorang presenter itu bersih wangi dan rapi, tetap akan mampu menarik perhatian audience dan tetap membuat para audience merasa nyaman dan fokus untuk tetap memperhatikan apa yang sedang di sampaikan seorang host atau presenter tersebut.
Teknik berbicara seorang host atau presenter hendaknya jangan di buat-buat, biasakan berbicara yang wajar tidak terlalu di main-mainkan. Karena hal ini berhubungan dengan cover seorang presenter atau host, seharusnya yang  sewajar-wajarnya saja. Karena jika di buat-buat akan mengurangi kualitas presenter itu sendiri, bagi yang mendengarkannya pun juga akan merasa risi dan tidak nyaman akan teknik berbicara seorang presenter tersebut. Jadi harus di sesuaikan dengan berita apa yang akan di sampaikan.
Gaya bahasa dan mimik (ekspresi) seorang host atau  presenter juga harus sesuai. Sebaiknya seorang presenter menggunakan gaya bahasa yang  sesuai dengan acara yang sedang di sampaikannya, jika pada acara resmi seharusnya menggunakan gaya bahasa yang mudah di pahami, tidak terlalu bertele-tele, tidak di lebih-lebihan jelas dan singkat. Namun jika dalam acara komedi atau sejenisnya, memang seharusnya menggunakan gaya bahasa yang bertele-tele dan di lebih-lebihkan untuk menarik audience.
Sedangkan mimik atau ekspresi juga disesuaikan dengan event. Semisal presenter menyampaikan berita duka, hal semacam itu hendaknya menggunakan ekpresi yang sedih seolah-olah ikut merasakan kepedihan tersebut. Semacam itu kan mudah menarik respon dari audience. Sebaliknya jika seorang presenter membawakan acara ulang tahun, perkawinan, acara kuis atau sejenisnya, sebaiknya juga menggunakan mimik (ekspresi) gembira,senang, karena  untuk menggambarkan suasana gembira. Hal itu dapat mengantarkan imajinasi seorang audience pada apa yang sedang di beritakan.
Seorang presenter juga harus memiliki rasa percaya diri. Karena hal itu sangat berpengaruh pada kualitas bagaimana ia membawakan sebuah acara. Selain itu hal yang harus diperhatian untuk menjadi seorang host atau presenter, yaitu cara olah vokal. Seorang presenter harus mempunyai suara vokal yang jelas tegas dan lantang. Agar mudah di fahami dan di mengerti oleh audience.
Berwawasan luas adalah salah satu keharusan bagi seorang host atau presenter, menjadi penyiar bukanlah hal yang mudah,tapi setidaknya bisa mengikuti perkembangan zaman, mode dan lain-lain. Semakin lama menggeluti dunia penyiaran atau presenter semakin bertambah pula wawasan itu, karena apa ? karena seorang penyiar tidak hanya di tuntut memiliki suara yang bagus saja, namun juga harus berwawasan luas.
Selain berwawasan luas seorang presenter juga harus mampu membangun suasana, seorang host atau presenter harus mampu menguasai suasana yang ada pada forum tersebut. Jika keadaan hening  atau tegang seorang preseter harus mampu membawa suasana lebih asyik lagi membangun suasana lebih hidup lagi. Sehingga suasana di dalamnya tidak terasa jenuh, tegang atau membosankan.
Fokus, seorang presenter harus bisa fokus, fokus pada apa yang sedang di bicarakan. Berusahalah untuk tenang dan tidak tergesa-gesa. Menjaga konsentrasi agar tetap fokus yaitu dengan cara merelaxkan fikiran, perlahan-lahan dan tertib, karena terkadang karena rasa gugup juga mampu membuat apa yang sudah tersusun rapi jadi hilang seketika.
Presenter harus mempunyai tutur kata yang baik, sopan dan terkendali. Karena tutur kata itu sangat  mendukung ketertariakn  perhatian audience untuk memperhatikan, meskipun fisik tidak memadai setidaknya tutur kata yang baik, indah, dan tertata serta terkendali juga sangat dapat mendukung menjaga suasana yang pada audience. Hal ini akan mampu menunjang rasa ketertarikan audience untuk tetap memperhatikan dengan seksama dari awal hingga selesai.
Seorang host atau presenter harus bersikap profesional dan berintelektual. Dikatakan profesional artinya seorang presenter  harus tetap menunjukkan keramahannya, tetap senyum dan memberikan ekspresi yang menyenangkan. Menyembunyikan segala masalah yang ada dan mengesampingkan segala urusan pribadi. Agar audience tetap fokus dan tetap memperhatikan apa yang di sampaikan si presenter. Sedangkan di katakan berintelek karena ketika seorang presenter membawakan acara seminar, acra debat,atau dialog terbuka seorang presenter dapat langsung tanggap.
Itulah tips-tips agar mampu menjadi seorang presenter atau host yang handal dan berkualitas, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..

2 komentar :

aulia campbelll mengatakan...

Ini tulis tangan sendiri atau berdasarkan sumber buku ya gan? Kalo berdasarkan buku, sumbernya siapa. Thank you

Anonim mengatakan...

Online Casino Site | Welcome Bonus of 200% Up To € 200
Casino Welcome Bonus for Real Money ➡ Play for real · Big Welcome Bonus of 100,000 + 100 Free Spins · Big Welcome Bonus of 제왕카지노 225,000 카지노사이트 + 카지노사이트 100

Posting Komentar