Pages

Minggu, 19 April 2015

NDUKUN LEWAT OTAK LAN OMONGAN



NDUKUN LEWAT OTAK LAN OMONGAN

“Ayo bangun udah jam 12.00 dang sholat trus berangkat,” itu kata-kata yang keluar dari mulut mas hisyam ketika membangunkan saya di kamar yang lebarnya 4x4 M di pondok darul arqom. Saya dibangunkan untuk sholat dhuhur dan diajak untuk segera berangkat kekampus karena pada waktu itu bertepatan hari selasa tanggal 14 April 2015, yang dosennya lumayan kiler dan disiplin yaitu waktunya mata kuliah teknik khitobah 2 Prof Moh. Ali Aziz, M.Ag. tepat jam 12.10, saya, mas gondrong dan mas faizin berangkat bersama dengan jalan kaki lewat jalan belakang kampus. Sambil jalan saya bertanya kepada kedua teman saya.
”rek seng ngajar sopo iki engko?” tanya saya
“pak faqih cak, prof ali gak masuk cak” jawab mas izin
“walah, oke-oke cak enak berarti cak...hehehehe” sangga aku sambil tertawa
Setelah berjalan kira-kira 10 menit akhirnya kami bertiga nyampek depan kelas, ternyata teman-teman sudah di dalam kelas tetapi dosen belum datang. Tak lama kira-kira 2 menit akhirnya pak dosen datang dan langsung mengucapkan salam kepada kami semua. Saya yang aslinya masih ngantuk karena tidur yang belum puas udah dibangunkan, mengambil tempat duduk paling depan sebelah kiri sendiri belakang tembok. Karena mengantisipasi kalau tidur biar tidak konangan pak faqih.
Setelah pak syarif mengucapkan salam, beliau mulai menyiapkan pelaratan yang mau di sampaikan seperti, laptop dan minta kepada teman saya untuk meminjam LCD proyektor ke Akademik, karena LCD yang ada di kelas tidak bisa menyala (rusak).  Salah satu dari teman saya, mas trisno mengambil LCD proyektor ke Akademik. Tetapi ketika nyampek kelas mas gendut tidak membawa LCD proyektor. Katanya, LCD di Akademik habis di pinjam kelas lain, akhirnya dengan terpaksa pak gaul menerangkan ke teman-teman tanpa menggunakan LCD proyektor.
Pak dosen adalah seorang motivator yang terkenal. Jadi tak heran ketika beliau menyampaikan di ruang D1.211 semua mahasiswa tidak ada yang ngantuk satupun. Saya yang awalnya ngantuk langsung hilang karena mendapat motivasi yang begitu dahsyat dari beliau.
Dalam kesempatan kali ini, bapak dosen mengajak teman-teman memahami dan mengenal mesin kecerdasan yang ada dalam otak kita. Beliau menyampaikan, bahwa dalam otak manusia dibagi menjadi 5 bagian yaitu:
1.      Thinking (T)
2.      Sensing (S)
3.      Intuiting (I)
4.      Feeling (F)
5.      Instinct (In)
Pertama yaitu Thinking (T) otak kiri atas: orang yang mempunyai type kekuatan di otak Thinking, biasanya orang ini mempunyai kuat dalam menganalisis dan logis. Dia juga hebat dalam memanajemen suatu organisasi, dan untuk memecahkan suatu problem orang yang mempunyai karakter Thinking yaitu dengan metode diskusi. Dengan diskusi semua inspirasinya akan muncul dan menghasilkan ide-ide baru. Pekerjaan orang Thinking itu harus terorganisir dan mempunyai target yang telah ditentukan.
Kedua yaitu Sensing (S) otak kiri bawah: orang yang mempunyai type kekuatan di otak Sensing, biasanya orangnya ulet, sangat teliti. Kalau mengerjakan suatu materi yang akan disampaikan sampai detail serta kuat dalam meneliti pengalaman yang ada pada dirinya maupun orang lain. Pekerjaan yang dia sukai yaitu harus detail dari A sampai Z dan ditulis sampai tuntas ke akar-akarnya, dan ketika menyampaikan harus menggunakan materi yang sudah disusunnya dan enggan keluar dari materi.
Ketiga yaitu Intuiting (I) otak kanan atas: orang yang mempunyai type kekuatan di otak Intuiting, imajinasinya liar selalu menemukan gagasan baru, kreatif dan mampu merubah suatu keadaan dengan cepat. Pekerjaan yang pas buat orang Intuiting yaitu pekerjaan yang tidak ditarget karena orang intuiting itu cepat bosan.
Keempat yaitu Feeling (F) otak kanan bawah: kekuatan yang menonjol dalam otak Feeling yaitu lebih mengutamakan perasaan, renungan, hal-hal yang menyentuh hati. Biasanya orang type ini sebaiknya menjadi motivator yang bisa mempengaruhi hati audiens, menjadi seorang penceramah dan lain sebagainya.
Kelima yaitu instinct (In) otak tengah: pada otak tengah ini mempunyai kelebihan serba bisa dalam semua hal, dia bisa di Thinking, Sensing, Intuiting, dan Feeling. Biasanya orang type ini setengah-setengah dalam mengerjakan suatu pekerjaan tidak sampai tuntas.
Dari kelima kekuatan kecerdasan otak tadi mempunyai cara komunikasi yang berbeda-beda. Orang Thinking lebih mengutamakan konsekuensinya, kalau Sensing lebih mengutamakan pengalaman yang pernah dialaminya atau yang pernah dia saksikan, kalau Intuiting lebih kepada kemungkinan, kalau Feeling lebih kepada perasaan yang mendalam dan sensitif, dan yang Instinct serba bisa tinggal dia mengalaminya di kekuatan yang mana, maka disitu yang lebih dominan.
Selanjutnya, dalam  pembahasannya beliau menyampaikan bahwa, gaya komunikasi ada 3 tipe:
1.      Tipe Visual: Mereka akan lebih mudah menyerap informasi dan pengetahuan melalui penglihatan. Jadi orang yang mempunyai tipe di visual ketika mendaki gunung maka yang lebih dia perhatikan yaitu pemandangan yang indah.
Ciri-ciri orang visual yaitu:
a.       Cenderung bernapas pendek-pendek lewat dada, berbicara cepat
b.      Mereka suka menyela pembicaraan orang lain, bergerak cepat, makan cepat, penuh energi,dan berbicara dengan nada tinggi.
c.       Penampilan rapi dan enak dipandang mata.
d.      Mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Berkomunikasi dengan tipe visual, anda harus memvisualisasikan keadaan, buat mereka melihat apa yang anda katakan.
Pilihan kata orang-orang visual antara lain;
a.       Melihat
b.      Memperhatikan
c.       Menonton
d.      Menunjukkan
e.       Memandang
f.       Membayangkan
g.      Mewarnai
h.      Memvisuilisasikan
i.        Penglihatan
j.        Sudut pandang
k.      Lihatlah dari sudut pandang saya.
l.        Ide Anda kabur
m.    Bisa Anda bayangkan?
n.      Izinkan saya unjukkan pada Anda
o.      Perhatikan benar-benar maka Anda akan paham maksud saya.
2.      Tipe Auditori: Mereka akan lebih mudah menyerap informasi atau pengetahuan dengan mendengar atau diceritakan atau dijelaskan orang lain. Jadi sebelum mendaki gunung orang tipe ini lebih suka mendengar cerita dari temannya kalau disana seperti itu dan pemandangannya seperti itu, ketika sudah mendengar ceritanya akhrinya dia tertarik untuk kesana.
Ciri-ciri orang Auditori yaitu:
a.       Cenderung bernafas lewat diafragma.
b.      Lebih suka mendengarkan daripada berbicara, ketika berbicara menggunakan variasi warna suara.
c.       Berkomunikasi dengan tipe auditori, Anda harus berbicara pelan dan teratur, ubah-ubah warna suara Anda. Jelaskan situasinya dengan detail dan picu lebih lanjut dengan pertanyaan.
Pilihan kata orang-orang auditori antara lain;
a.       Dengar
b.      Mendengarkan
c.       Kegaduhan
d.      Mengatakan
e.       Bunyi
f.       Bicara
g.      Kesunyian
h.      Nada
i.        Ritme
j.        Kedengarannya akrab.
k.      Kedengarannya itu ide yang bagus
l.        Dengarkan, saya punya ide bagus
m.    Ada yang ingin saya katakan.
n.      Mari kita bicarakan tentang pekerjaan baru Anda.
3.      Tipe Kinestetik: Mereka akan lebih mudah menyerap informasi dan pengetahuan  dengan melibatkan gerak dan menyentuh perasaan mereka. Jadi ketika mendaki gunung dia lebih suka kepada suasana yang ada digunung. Udara yang sejuk, angin yang sejuk, dan lain-lain.
Ciri-ciri orang Kinestetik yaitu:
a.       Cenderung bernapas dalam dan tenang.
b.      Lebih mengutamakan perasaan.
c.       Keputusan yang diambil banyak didasari oleh perasaan dan emosi.
d.      Berkomunikasi dengan tipe ini Anda harus bisa membuat mereka “merasakan“ apa yang Anda katakan.
Pilihan kata orang-orang kinestetik antara lain;
a.       Mereka
b.      Emosi
c.       Tenang
d.      Frustasi
e.       Tertekan
f.       Malu
g.      Gugup
h.      Kesepian
i.        Santai
j.        Stres
k.      Ide Anda benar-benar menyentuh perasaan.
l.        Bisakah Anda marasakan yang saya rasakan?
m.    Saya setuju. Anda sangat emosional.
n.      Saya tidak suka berada di bawah tekanan. Saya lebih suka ketenangan.
o.      Di sini dingin. Apa Anda merasakannya?
Itulah sedikit ulasan pemaparan dari pak faqih yang bisa saya tangkap dan saya tambah dengan penjelasan yang ada di dalam buku “Kiat Menjadi Da’i Sukses” karangan beliau biar tambah lengkap dan jelas apa yang beliau sampaikan. Beliau menyampaikan semuanya dengan nada yang sangat memotivasi dan menggugah nurani kita biar sukses menjadi orang hebat kelak. Kata-kata beliau yang saya tancapkan di pikiran saya yaitu “aku ngajar sampean semua ini tidak di bayar, saya cuman ingin mengabdikan diri saya ke KPI”. Saya pengen ketika menjadi orang sukses dan hebat kelak saya tetap ikhlas ketika mengamalkan ilmu yang saya punya tidak hanya mencari harta dunia semata.

0 komentar :

Posting Komentar