SAKIT YANG TAK DI UNDANG
“Likulli Daa’in Dawaa’un”.Setiap
penyakit pasti ada obatnya. Itulah sebuah hadits yang terdapat di kitab Jami’us
Shoghir. Betapa pentingnya nikmat sehat yang di berikan Allah kepada hambanya
untuk melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala yang dilarangnya. Dengan
nikmat sehat kita bisa khusu’, tenang, dan tentram untuk menjalankan Ibadah
kepadanya. Bayangkan ketika salah satu penyakit hinggap di anggota tubuh kita,
pastinya kita tidak bisa menikmati lezatnya beribadah kepada Allah, khusu’nya
beribadah kepada Allah. Maka dari itu, marilah kita gunakan semaksimal mungkin
tubuh yang sehat ini untuk beribadah kepadanya, untuk mengabdi kepadanya dan
untuk menambah pahala buat bekal kita kelak di akhirat nanti.
Pada kesempatan kali ini saya akan mengajak Anda merenungkan sebuah
kisah yang terjadi pada diri saya sendiri tentang betapa pentingnya nikmat
kesehatan bagi kita semua. Suatu malam, sekitar jam 03.00 WIB saya terbangun
dari tidur. Perut saya terasa mual dan pengen beol ”,padahal sebelum tidur saya
tidak makan apa-apa tapi kok terasa tidak enak perut saya” renung saya sambil
memegang perut. Akhirnya saya turun dari masjid karena waktu itu saya tidur di
atas masjid dan hendak ke kamar mandi untuk buang hajat.
Setelah dirasa sudah enak, akhirnya saya keluar dari kamar mandi
dan naik ke atas lagi, tapi kali ini saya pindah tidur di kamar. Belum sampai
mata ini terpejam kembali, perut saya terasa mual lagi.” Ya Allah kena apa aku
nich kok wetengku gak enak temen, kudu beol terus” ungkap dalam hati dengan
perasaan sedih. Di kamar sudah sepi teman-teman udah pada tidur semua tinggal
saya sendiri yang masih melek . Akhirnya saya turun dan kembali ke kamar mandi
untuk buang hajat kedua kalinya waktu itu saya melihat jam sekitar pukul 03.45
WIB.
Untuk yang kedua kali ini, agak saya lamakan di dalam kamar
mandi biar tuntas dan tidak beol-beol
terus karena capek juga kalau naik turun kamar ke WC. Dirasa sudah tuntas dan
sudah enakan akhirnya saya keluar WC dan kembali ke kamar. Malam semakin mendekati
pagi, mata saya masih tidak bisa terpejam padahal besok kuliah masuk jam 07.45
WIB. Akhirnya saya mengambil wudhu dan saya buat untuk sholat malam dan berdo’a
kepada Allah semoga perut saya yang sakit lekas sembuh dan besok bisa berangkat
untuk menimba Ilmu di kampus UINSA, sambil menunggu waktu Sholat Shubuh datang.
Sebelum Shubuh, sekitar pukul 04.00 WIB sudah terdengar Qiro’ah di masjid di kumandangkan.
Teman-teman sudah pada bangun dan mereka bergegas ke kamar mandi untuk mandi
dan mengambil wudhu dan berangkat ke masjid. Perut saya masih terasa tidak
enak tetapi saya tahan saja. Mungkin
kali ini penyakit magh saya kambuh lagi, karena tidak seperti biasanya perut
saya sakit sampai separah ini dan anehnya juga sebelum tidur saya tidak makan
apa-apa.
Setelah jama’ah Sholat Shubuh, saya tidak ikut wiridan di masjid
karena perut saya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi. Akhirnya saya
langsung menuju WC dan buang hajat untuk ketiga kalinya. “ya Allah kok gak
mari” loro’e wetengku, atek sampek sore gak waras qw muleh ae, mesti enek seng gak
beres ki karo lambungku” ujarku. Sakitnya semakin menjadi-jadi dan wajah saya
juga sudah kelihatan mulai pucat, saya
meminta obat promag kepada teman saya sekamar. Teman saya ngasih promag kepada
saya dan langsung saya minum meskipun waktu itu belum makan. Kata teman saya
tidak apa-apa minum promag meskipun belum makan. Alhamdulillah terasa lumayan
enak setelah minum promag.
Saya harus istirahat total dan saya memutuskan untuk izin tidak
masuk kuliah waktu itu dan kalau sampai sore penyakit saya tidak kunjung sembuh
atau enakan, saya akan pulang ke Lamongan biar enak kalau dirawat dirumah dekat
sama kedua orang tua. Tak itu juga, enaknya
biar langsung diperiksakan ke Dokter dan cepat tertangani kalau
penyakitnya lumayan parah.
Sampai sorepun tak kunjung sembuh dan saya memutuskan untuk pulang
ke Lamongan. Saya meminta kepada dulur saya se angkatan, se kosentrasi, se
kelas, dan se perjuangan di IKAMALA yaitu M. Hisyam Ali Masfu’ untuk
mengantarkan saya pulang ke Lamongan dengan
mengnedarai sepeda saya sekitar jam 16.00 WIB. Ketika sampai saya langsung
diperiksakan, ternyata lambung bermasalah dan tipus kambuh kembali.
Itulah yang dapat saya ceritakan. Marilah kita Syukuri nikmat kesehatan ini untuk memperbanyak amal sholeh,
menyambung silaturrohim dengan saudara-saudara kita dan hal-hal lain yang bisa
mendatangkan kebahagiaan dan ridhonya. karena ketika salah satu anggota kita
ada yang sakit, maka ibadah yang kita laksanakan akan terganggu.
Categories :
Unknown
0 komentar :
Posting Komentar