Pages

Senin, 27 April 2015

SAKIT YANG TAK DI UNDANG



SAKIT YANG TAK DI UNDANG

“Likulli Daa’in Dawaa’un”.Setiap penyakit pasti ada obatnya. Itulah sebuah hadits yang terdapat di kitab Jami’us Shoghir. Betapa pentingnya nikmat sehat yang di berikan Allah kepada hambanya untuk melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala yang dilarangnya. Dengan nikmat sehat kita bisa khusu’, tenang, dan tentram untuk menjalankan Ibadah kepadanya. Bayangkan ketika salah satu penyakit hinggap di anggota tubuh kita, pastinya kita tidak bisa menikmati lezatnya beribadah kepada Allah, khusu’nya beribadah kepada Allah. Maka dari itu, marilah kita gunakan semaksimal mungkin tubuh yang sehat ini untuk beribadah kepadanya, untuk mengabdi kepadanya dan untuk menambah pahala buat bekal kita kelak di akhirat nanti.
Pada kesempatan kali ini saya akan mengajak Anda merenungkan sebuah kisah yang terjadi pada diri saya sendiri tentang betapa pentingnya nikmat kesehatan bagi kita semua. Suatu malam, sekitar jam 03.00 WIB saya terbangun dari tidur. Perut saya terasa mual dan pengen beol ”,padahal sebelum tidur saya tidak makan apa-apa tapi kok terasa tidak enak perut saya” renung saya sambil memegang perut. Akhirnya saya turun dari masjid karena waktu itu saya tidur di atas masjid dan hendak ke kamar mandi untuk buang hajat.
Setelah dirasa sudah enak, akhirnya saya keluar dari kamar mandi dan naik ke atas lagi, tapi kali ini saya pindah tidur di kamar. Belum sampai mata ini terpejam kembali, perut saya terasa mual lagi.” Ya Allah kena apa aku nich kok wetengku gak enak temen, kudu beol terus” ungkap dalam hati dengan perasaan sedih. Di kamar sudah sepi teman-teman udah pada tidur semua tinggal saya sendiri yang masih melek . Akhirnya saya turun dan kembali ke kamar mandi untuk buang hajat kedua kalinya waktu itu saya melihat jam sekitar pukul 03.45 WIB.
Untuk yang kedua kali ini, agak saya lamakan di dalam kamar mandi  biar tuntas dan tidak beol-beol terus karena capek juga kalau naik turun kamar ke WC. Dirasa sudah tuntas dan sudah enakan akhirnya saya keluar WC dan kembali ke kamar. Malam semakin mendekati pagi, mata saya masih tidak bisa terpejam padahal besok kuliah masuk jam 07.45 WIB. Akhirnya saya mengambil wudhu dan saya buat untuk sholat malam dan berdo’a kepada Allah semoga perut saya yang sakit lekas sembuh dan besok bisa berangkat untuk menimba Ilmu di kampus UINSA, sambil menunggu waktu Sholat Shubuh datang.
Sebelum Shubuh, sekitar pukul 04.00 WIB sudah terdengar  Qiro’ah di masjid di kumandangkan. Teman-teman sudah pada bangun dan mereka bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan mengambil wudhu dan berangkat ke masjid. Perut saya masih terasa tidak enak  tetapi saya tahan saja. Mungkin kali ini penyakit magh saya kambuh lagi, karena tidak seperti biasanya perut saya sakit sampai separah ini dan anehnya juga sebelum tidur saya tidak makan apa-apa.
Setelah jama’ah Sholat Shubuh, saya tidak ikut wiridan di masjid karena perut saya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi. Akhirnya saya langsung menuju WC dan buang hajat untuk ketiga kalinya. “ya Allah kok gak mari” loro’e wetengku, atek sampek sore gak waras qw muleh ae, mesti enek seng gak beres ki karo lambungku” ujarku. Sakitnya semakin menjadi-jadi dan wajah saya juga sudah kelihatan  mulai pucat, saya meminta obat promag kepada teman saya sekamar. Teman saya ngasih promag kepada saya dan langsung saya minum meskipun waktu itu belum makan. Kata teman saya tidak apa-apa minum promag meskipun belum makan. Alhamdulillah terasa lumayan enak setelah minum promag.
Saya harus istirahat total dan saya memutuskan untuk izin tidak masuk kuliah waktu itu dan kalau sampai sore penyakit saya tidak kunjung sembuh atau enakan, saya akan pulang ke Lamongan biar enak kalau dirawat dirumah dekat sama kedua orang tua. Tak itu juga, enaknya  biar langsung diperiksakan ke Dokter dan cepat tertangani kalau penyakitnya lumayan parah.
Sampai sorepun tak kunjung sembuh dan saya memutuskan untuk pulang ke Lamongan. Saya meminta kepada dulur saya se angkatan, se kosentrasi, se kelas, dan se perjuangan di IKAMALA yaitu M. Hisyam Ali Masfu’ untuk mengantarkan saya pulang ke Lamongan  dengan mengnedarai sepeda saya sekitar jam 16.00 WIB. Ketika sampai saya langsung diperiksakan, ternyata lambung bermasalah dan tipus kambuh kembali.
Itulah yang dapat saya ceritakan. Marilah kita Syukuri nikmat  kesehatan ini untuk memperbanyak amal sholeh, menyambung silaturrohim dengan saudara-saudara kita dan hal-hal lain yang bisa mendatangkan kebahagiaan dan ridhonya. karena ketika salah satu anggota kita ada yang sakit, maka ibadah yang kita laksanakan akan terganggu.


0 komentar :

Posting Komentar