Pages

Rabu, 08 April 2015

PERBEDAAN PONDOK PESANTREN



KULTUR PONDOK PESANTREN FATHUL ULUM KWAGEAN, KEDIRI, DENGAN PONDOK PESANTREN IHYAUL ULUM DUKUN, GRESIK.

            Pondok pesantren adalah salah satu tempat untuk menimba ilmu keagamaan, biasanya pondok pesantren di asuh oleh seorang kiai yang tingkat keilmuan keagamaannya sangat tinggi. Setiap pondok pesantren pasti mempunyai keunikan atau ciri – ciri khas tersendiri. Salah satunya yaitu pondok pesantren fathul ulum kwagean kediri. Pesantren ini mempunyai kebudayaan yang unik yaitu antara santri yang satu dengan yang lainnya kalau memanggil dengan sebutan “pak”, hal itu sangat erat sekali dikalangan santri kwagean, dan sangat berbeda sekali dengan pondok pesantren pada umumnya yang biasanya memanggil dengan sebutan “kang/mas”.
Ada lagi kulturasi di pondok ini yaitu antara santri satu dengan lainnya kalau bicara menggunakan bahasa krama inggil, dia tidak memandang yang diajak bicara itu lebih tua atau lebih muda dari dia, bahasa itu sangat terbiasa sekali di pondok kwagean.
            Selain pondok pesantren kwagean ada lagi pondok pesantren yang mempunyai kultular yang unik yaitu pondok pesantren ihyaul ulum dukun gresik. Pondok yang sekarang masih diasuh oleh KH. Machfud Ma’sum itu mempunyai keunikan tersendiri. Di pondok pesantren ini ada kebudayaan kalau antara santri satu dengan lainnya memanggilnya dengan sapaan “kang/cak”, panggilan ini ditujukan kepala yang lebih tua darinya. Sangat berbeda sekali dengan kultular yang berada di pon kwagean yang mayoritas menggunakan panggilan “pak”.
Ada lagi yang unik dipondok dukun ini, yaitu terkenal dengan gotong royongnya yang sangat solid dan erat sekali. Ketika salah satu dari santri mempunyai hajat atau semacamnya, maka santri yang lainnya langsung ikud membantunya untuk memeriahkan acara tersebut. Hidupnya yang lebih mementingkan kebersamaan dari pada individualis membuat pondok dukun ini sangat tentram dan nyaman sekali. Untuk bahasa yang digunakan sehari – hari kalau memanggil yang lebih tua dia menggunakan bahasa krama inggil, tetapi ketika berbicara dengan seangkatannya menggunakan bahasa jawa yang umumnya kita pakai sekarang.

8 komentar :

Anonim mengatakan...

Hoooooooooooooooooooooooo

Unknown mengatakan...

apik yow.....

Unknown mengatakan...

apik yow???

Unknown mengatakan...

Apik, tingkatkan lagi bakat menulisnya. Hhh

Unknown mengatakan...

Apik, tingkatkan lagi bakat menulisnya. Hhh

Unknown mengatakan...

Apik , ya ditingkatkan lg bakat menulisnya.hhh

Unknown mengatakan...

Apik , ya ditingkatkan lg bakat menulisnya.hhh

Unknown mengatakan...

okey cak...................slalu mengayuh-ngayuh tangannya...hehehe

Posting Komentar