PRESENTER YANG HANDAL DAN BERKUALITAS
Sebagian besar presenter
di Indonesia mayoritas adalah seorang
aktris yang notabene sebagian dari mereka tidak belajar aturan serta etika yang
ada pada host atau presenter, sebagaimana yang kita pelajari di kampus, akan
tetapi mereka berangkat dari public figur yang sudah di kenal oleh masyarakat,
hal itu akan sangat mudah karena mereka sudah di kenal oleh sebagian masyrakat,
selain itu mereka juga mempunyai
kemampuan dan keberanian untuk berbicara di depan public. Mental dan wawasan
pun juga sudah bagus karena mereka tentunya banyak pengalaman , pengalaman
berakting atau hanya sekedar performance biasa. Sehingga keberanian mereka untuk tampil itu
tidak banyak persoalan, karena bagi mereka itu tidak sulit, itu menurut
pandangan mereka.
Akan tetapi menurut praktisi televisi hal itu
tidak menjamin, seperti contohnya nardji,dia tampil seadanya. Ketika mereka di
hadapkan pada displin ilmu yang ada di presenter tentu mereka akan kesulitan. Bukan
maksud menghina atau meremehkan. Karena mungkin presenter/host yang menggunakan
aturan etika yang ada pada presenter hanya ada di TVRI.
Istilah
presenter atau host dahulu yaitu pewawancara, atau pembawa acara. Sebutan
presenter atau host juga baru-baru ini. Menjadi seorang host/ presenter atau
narasumber, kita juga bisa menyanyi. Kaitannya dengan menyanyi yaitu seseorang yang
bisa menyanyi di percaya dapat mengatur kata demi kata hingga mengeluarkan kata
yang indah. Dapat juga memainkan kata demi kata untuk sekedar penghibur
audience. Satu contoh di televisi yaitu acara inbox, pada sesi tebak lagu
presenter juga bisa menyampaikan maksud dengan cara menyanyi.
Agar mampu
menjadi presenter yang handal dan berkualitas ada beberapa hal yang perlu di
perhatikan yaitu :
Microfon, adalah
salah satu alat yang di butuhkan pada seorang presenter atau host. Menggunakan
microfon juga tidak sembarangan, tetapi juga ada aturan dan etikanya. Salah
satu penggunaan microfon, ketika hendak menggunakan microfon saat akan tampil, untuk
mengecek apakah microfon tersebut sudah bisa di gunakan atau belum seorang
presenter tidak perlu mengetes dengan berkata “ test,, test “ atau kata-kata
lain pada microfon, akan tetapi cukup di ketuk. Karena di dalam microfon
terdapat kain selaput tipis saat di tiup
terlalu keras akan mengurangi kualitas microfon. Maka cukup di ketuk dengan
jari.
Kemudian cara
menggunakan microfon, kita harus mengenali karakter microfon, bagaimana agar
kita bisa menyesuaikan mulut dengan microfon, volume suara dengan microfon.
Karena jika suara sudah keras maka tidak perlu menggunakan microfon terlalu
dekat. Kita harus mempunyai kepekaan
yang tinggi jadi tidak terlalu dekat atau jauh dengan microfon. Terlalu dekat
juga akan menghasilkan suara yang tidak jelas dan terlalu jauh juga suara
terdengar kecil dan tidak begitu jelas.
Kualitas suara
seorang host atau presenter juga sangat
mempengaruhi hasil, baik buruknya suara juga mampu menarik minat audience untuk
memperhatikan. Suara yang baik adalah suara dari perut, sering-sering berlatih
pernafasan dari mulut. Yaitu dengan cara menghirup dari hidung keluarkan dari
mulut, lakukan berulang-ulang, sehingga akan terbiasa bernafas dengan perut.
Karena jika seorang presenter sering bernafas menggunakan hidung ketika sedang
tampil lalu menyampaikan sebuah berita panjang dan di tengah-tengah mengambil nafas maka akan
terdengar nafasnya dari microfon. Maka untuk menghindari terjadinya hal seperti
itu gunakan nafas dari perut dan biasakan bernafas melalui mulut. Hal tersebut
mampu menghindari adanya kekurangan dalam performance.
Seorang
presenter adalah menjadi pusat perhatian maka dari itu seorang presenter juga
harus mempunyai etika yang bagus dalam berbicara. Etika berbicara seorang
presenter jangan Lion Style yakni
ketika menyampaikan pada audince seperti ini misalnya “ Assalamu’alaikum warohmatullahi Wabarokatuh
oke,, selamat pagi pemirsa ee... masih
bersama saya dalam acara ee...apa namanya e,, “ . memberi jeda dengan berkata
ee,,, atau bisa disebut dengan blank,
Cara menanggulangi kejadian tersebut yaitu dengan cara memanjangkan kata terakhir dari kalimat itu tersebut, misalnya “ selamat pagi pemirsa
masih berjumpa dengan saya dalam acaraaa.... ”. Cara ini paling jitu karena
ketika mulut memanjangkan kata terakhir
otak berkerja untuk melanjutkan kata yang akan di sampaikan selanjutnya. Jadi
kemungkinan gaya Lion Style dapat di atasi dengan mudah.
Berbicara di
televisi tidak semudah berbicara di depan audience kalau hanya membaca buku,
karena selain mulut berbicara mata juga harus melihat kalimat selanjutnya agar
tidak terlalu lama banyak jeda. Akan tetapi kalau hanya membaca buku, kita
hanya perlu membaca kalimat pertama, kalimat kedua itu pantas dikalahi kalimat
ketiga. Beda lagi kalau berbicara di di televisi jika kalimat pertama kedua
sudah grathul-grathul (kurang lancar)maka kalimat ketiga dan seterusnya juga
akan tidak lancar dan tidak menarik lagi. Hal itu adalah cara untuk
menanggulangi kita supaya ketika berbicara itu lancar.
Tidak semua orang dapat lancar dalam berbicara,
keterbatasan fisik atau cacat lahir yang menjadi kendala, misalnya adanya faktor gangguan pada mulut ; struktur
gigi, pelat (istilah jawa) ataupun banyak lagi
yang lain. Hal itu dapat mempengaruhi cara kita berbicara, dan kualitas
artikulasi saat berbicara Audience juga
akan sulit memahami apa yang di sampaikan oleh presenter tersebut. Oleh karena itu, tentu cara berbicara
seseorang itu berbeda-beda, tidak ada satupun orang yang berbicara sama persis
dengan orang lain.
Naik turunnya
irama, pemenggalan kalimatnya, pengucapan a i u e o nya, terbuka tau tidaknya
mulut saat berbicara, karena ada sebagian orang yang ketika berbicara tidak
terlalu membuka mulut akan tetapi cukup jelas di dengar. Maka dari itu sering-sering
berlatih huruf vokal (a i u e o), atau berteriak di pantai atau tempat lainnya
yang sekiranya tidak mengganggu orang lain,untuk melatih olah vokal suara kita.
Dengan cara tersebut jika di lakukan
secara berulang-ulang dan rutin akan
melonggarkan pita suara kita. Dan akan mampu melancarkan mulut kita ketika
berbicara, suara dapat menjadi lantang dan jelas.
Orang yang
cacat fisik sangat tidak memungkinkan untuk tampil sebagai seorang host /
presenter, apalagi cacat fisik di daerah wajah. Misal ketika berbicara mulutnya
agak bengkong atau bahkan monyong ke depan hal tersebut akan mengganggu
konsentrasi penonton. Bahkan bisa jadi audience lebih fokus pada face presenter
tersebut. Bukan berarti mencela Ciptaan
Tuhan, akan tetapi persyaratan menjadi seorang host atau presenter, narasumber
dan lain sebagainya membutuhkan kesehatan fisik yang baik, baik jasmani atau
rohani. Harus yang benar-benar sehat tidak sedang sakit atau bahkan gangguan
jiwa.
Seorang
presenter juga harus berpakaian sopan, rapi, bersih, meching serta sesuai, karena hal itu juga menjadi daya tarik
audience. Baik buruknya seorang presenter juga kadang berawal dinilai dari penampilan, hal itu yang
menjadi pandangan para udience. Kalau dari sekilas penampilan luar sudah tidak
menarik, otomatis para audince juga tidak tertarik untuk melihatnya, atau sama
sekali tidak memperhatikannya begitupun sebaliknya. Jadi penampilan juga
bernilai sangat penting untuk seorang host atau presenter.
Selain
penampilan seorang host atau presenter juga harus menjaga kerbersihan, jangan
ketika sedang performance seorang host atau presenter mempunyai bau badan yang
menyengat, hal itupun juga akan mempengaruhi kualitas seorang host atau
presenter. Karena akan menciptakan rasa ketidaknyamanan pada para audince.
Bahkan akan menjadi bahan perbincangan audience dan membubarkan konsentrasi
pada si host atau presenter tersebut. Jika seorang presenter berbau harum maka
akan menambah kesenangan terhadap audincenya, dan menciptakan suasana nyaman.
Meskipun secara fisik tidak begitu menonjol, jika seorang presenter itu bersih
wangi dan rapi, tetap akan mampu menarik perhatian audience dan tetap membuat
para audience merasa nyaman dan fokus untuk tetap memperhatikan apa yang sedang
di sampaikan seorang host atau presenter tersebut.
Teknik
berbicara seorang host atau presenter hendaknya jangan di buat-buat, biasakan
berbicara yang wajar tidak terlalu di main-mainkan. Karena hal ini berhubungan
dengan cover seorang presenter atau host, seharusnya yang sewajar-wajarnya saja. Karena jika di
buat-buat akan mengurangi kualitas presenter itu sendiri, bagi yang
mendengarkannya pun juga akan merasa risi dan tidak nyaman akan teknik
berbicara seorang presenter tersebut. Jadi harus di sesuaikan dengan berita apa
yang akan di sampaikan.
Gaya bahasa dan
mimik (ekspresi) seorang host atau presenter juga harus sesuai. Sebaiknya seorang
presenter menggunakan gaya bahasa yang
sesuai dengan acara yang sedang di sampaikannya, jika pada acara resmi
seharusnya menggunakan gaya bahasa yang mudah di pahami, tidak terlalu
bertele-tele, tidak di lebih-lebihan jelas dan singkat. Namun jika dalam acara
komedi atau sejenisnya, memang seharusnya menggunakan gaya bahasa yang
bertele-tele dan di lebih-lebihkan untuk menarik audience.
Sedangkan mimik
atau ekspresi juga disesuaikan dengan event. Semisal presenter menyampaikan
berita duka, hal semacam itu hendaknya menggunakan ekpresi yang sedih
seolah-olah ikut merasakan kepedihan tersebut. Semacam itu kan mudah menarik
respon dari audience. Sebaliknya jika seorang presenter membawakan acara ulang
tahun, perkawinan, acara kuis atau sejenisnya, sebaiknya juga menggunakan mimik
(ekspresi) gembira,senang, karena untuk
menggambarkan suasana gembira. Hal itu dapat mengantarkan imajinasi seorang
audience pada apa yang sedang di beritakan.
Seorang
presenter juga harus memiliki rasa percaya diri. Karena hal itu sangat
berpengaruh pada kualitas bagaimana ia membawakan sebuah acara. Selain itu hal
yang harus diperhatian untuk menjadi seorang host atau presenter, yaitu cara
olah vokal. Seorang presenter harus mempunyai suara vokal yang jelas tegas dan
lantang. Agar mudah di fahami dan di mengerti oleh audience.
Berwawasan luas
adalah salah satu keharusan bagi seorang host atau presenter, menjadi penyiar
bukanlah hal yang mudah,tapi setidaknya bisa mengikuti perkembangan zaman, mode
dan lain-lain. Semakin lama menggeluti dunia penyiaran atau presenter semakin
bertambah pula wawasan itu, karena apa ? karena seorang penyiar tidak hanya di
tuntut memiliki suara yang bagus saja, namun juga harus berwawasan luas.
Selain berwawasan
luas seorang presenter juga harus mampu membangun suasana, seorang host atau
presenter harus mampu menguasai suasana yang ada pada forum tersebut. Jika
keadaan hening atau tegang seorang
preseter harus mampu membawa suasana lebih asyik lagi membangun suasana lebih
hidup lagi. Sehingga suasana di dalamnya tidak terasa jenuh, tegang atau
membosankan.
Fokus, seorang
presenter harus bisa fokus, fokus pada apa yang sedang di bicarakan.
Berusahalah untuk tenang dan tidak tergesa-gesa. Menjaga konsentrasi agar tetap
fokus yaitu dengan cara merelaxkan fikiran, perlahan-lahan dan tertib, karena
terkadang karena rasa gugup juga mampu membuat apa yang sudah tersusun rapi
jadi hilang seketika.
Presenter harus
mempunyai tutur kata yang baik, sopan dan terkendali. Karena tutur kata itu
sangat mendukung ketertariakn perhatian audience untuk memperhatikan,
meskipun fisik tidak memadai setidaknya tutur kata yang baik, indah, dan
tertata serta terkendali juga sangat dapat mendukung menjaga suasana yang pada
audience. Hal ini akan mampu menunjang rasa ketertarikan audience untuk tetap
memperhatikan dengan seksama dari awal hingga selesai.
Seorang host
atau presenter harus bersikap profesional dan berintelektual. Dikatakan
profesional artinya seorang presenter
harus tetap menunjukkan keramahannya, tetap senyum dan memberikan
ekspresi yang menyenangkan. Menyembunyikan segala masalah yang ada dan
mengesampingkan segala urusan pribadi. Agar audience tetap fokus dan tetap
memperhatikan apa yang di sampaikan si presenter. Sedangkan di katakan
berintelek karena ketika seorang presenter membawakan acara seminar, acra
debat,atau dialog terbuka seorang presenter dapat langsung tanggap.
Itulah
tips-tips agar mampu menjadi seorang presenter atau host yang handal dan
berkualitas, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..
Categories :
Unknown
2 komentar :
Ini tulis tangan sendiri atau berdasarkan sumber buku ya gan? Kalo berdasarkan buku, sumbernya siapa. Thank you
Online Casino Site | Welcome Bonus of 200% Up To € 200
Casino Welcome Bonus for Real Money ➡ Play for real · Big Welcome Bonus of 100,000 + 100 Free Spins · Big Welcome Bonus of 제왕카지노 225,000 카지노사이트 + 카지노사이트 100
Posting Komentar